5. Kristal Dan Amorf

  • Uploaded by: NurdinaPutri
  • 0
  • 0
  • February 2021
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View 5. Kristal Dan Amorf as PDF for free.

More details

  • Words: 993
  • Pages: 23
Loading documents preview...
FARMASI FISIKA Kristalografi (Kristal & Amorf) Nama Kelompok 5: 1. Nanda Mulyani 2. Novi astrianti 3. Nurdina Putri 4. Prity Delima India 5. Putri Nafriani 6. Rani Septiana Putri 7. Restu Hifziati Ummi

(1601030) (1601031) (1601033) (1601034) (1601035) (1601036) (1601038)

Padatan

Amorf

Kristal

Kristal Dalam beberapa bahan kristalin, partikel penyusunnya tersusun sehingga keteraturannya kadang nampak dengan mudah oleh mata. Kristal yang umum kita lihat adalah natrium khlorida, tembaga sulfat hidrat, dan kuarsa. Lokasi partikel penyusun padatan kristalin (ion, atom atau molekul) biasanya dinyatakan dengan kisi, dan lokasi setiap partikel disebut titik kisi. Satuan pengulangan terkecil kisi disebut dengan sel satuan.

Definisi Sel satuan Sel satuan digambarkan dengan garis tebal. Jarak antar dua titik sepanjang ketiga sumbu didefiniskan sebagai a, b dan c. Sudut yang dibuat antar dua sumbu didefinisikan sebagai α, β dan γ.

 Padatan kristalin menunjukkan titik leleh tertentu, berubah cukup tajam dari wujud padat ke wujud cair.  Kristalisasi terjadi melalui pengendapan senyawa dalam larutan dan

membentuk susunan yang teratur.  Hal- hal yang mempengaruhi laju dan kestabilan pembentukan kristal adalah seperti pelarut yang digunakan, suhu, tekanan, pola

susunan kristalin dan garam  Unit pembangun struktur kristal dapat berupa atom, molekul atau ion

 Padatan Kristal, pada umumnya anisotrofik (artinya, sifat-sifat mereka

seperti konduktivitas listrik, indeks bias, ekspansi termal dll pada arah yang berbeda).  Lebih keras

 Contoh padatan Kristal: Tembaga, Kalium nitrat, asam benzoat

Kristal Berdasarkan simetrinya

Kubus

triklinik tetragonal

monoklinik heksagonal

Belah ketupat Asam borat

Natrium klorida urea iodoform

sukrosa iodin

Struktur atom padatan kristal

Fase cair ke padat : cairan atau lelehan dasar pembentuk kristal akan membeku atau memadat membentuk kristal.

Fase-fase pembentukan kristal

Fase padat ke padat : fase ini hanya mengubah kristal yang sudah terbentuk sebelumnya karena terkena tekanan dan temperatur yang berubah secara signifikan, sehingga kristal tersebut akan berbuah bentuk dan unsur fisiknya.

Fase gas ke padat :kristal dibentuk lansung dari uap tanpa melalui fase cair.

Unit Pembangun struktur kristal • Kristal Natrium Klorida, tersusun atas suatu kisi kubus ion natrium yang bersatu dengan kisi ion klorida; gaya pengikat dalam kristal ini adalah tarik menarik elektrostatik antara ion- ion yang memiliki muatan. • Pada berlian dan granit, unit- unit kisi terdiri atas atom- atom yang terikat satu sama lain melalui ikatan kovalen • Karbon dioksida padat, hidrogen klorida, naftalen membentuk kristal yang tersusun atas molekul- molekul sebagai unit pembangunnya.

• Hidrokarbon alifatik mengkristal dengan rantai- rantainya terletak dalam susunan yang sejajar.

• Asam lemak mengkristal dalam lapisan- lapisan dimer yang rantainya membentuk sudut dengan bidang dasar. • Kristal ionik dan kristal atomik umumnya keras, rapuh, dan mempunyai titik leleh yang tinggi. • Kristal molekul biasanya lunak dan mempunyai titik leleh relatif rendah.

Amorf  Zat padat yang susunan atomnya tidak teratur (lebih mudah cepat larut dalam air).  Bahan- bahan yang bersifat amorf tidak mempunyai titik leleh tertentu, bahan ini melunak pada berbagai suhu.  Jarak antar atom atau molekulnya relatif lebih besaf (r).  Padatan amorf menjalani pemecahan tak teratur.  Padatan amorf yang isotrofik: sifat bebas dari arah di mana mereka diukur.  Kurang keras

Struktur atom padatan amorf

• Absorbsi zat berbentuk amorf lebih besar daripada bentuk Kristal karena zat yang amorf lebih mudah larut. Sebagai contoh, kloramfeikol palmitat dan novobiosin akan tidak aktif apabila diberikan dalam bentuk Kristal. Contoh

lainnya, insulin. Insulin (hormone kelenjar pancreas sapi/kambing) yang penting untuk metabolism glukosa memiliki tiga bentuk, yaitu : • amorf (semilente): cepat diabsorbsi

– contoh: prompt Insulin zinc. Susp. USP



krislat (ultralente): lambat diabsorbsi

– contoh: Extended Insulin Zinc. Susp. USP



campuran 70% Kristal dan 30% amorf (lente)

– contoh: Insulin Zinc. Susp. USP •

stabilitas produk berbentuk amorf lebih kecil daripada bentuk Kristal.

– Contoh: penisilin G natrium

Atwood,David and A.T. Florence. 2008. Physical Pharmacy. London: Pharmaceutical Press.

Perbedaan amorf dan kristal Amorf

Kristal

Hanya ada suatu tatanan jarak ada suatu tatanan jarak jauh dalam dekat dalam padatan amorf kristal. Padatan amorf tidak memiliki titik Titik Lelehnya pada suhu yang leleh yang jelas; mereka melunak jelas. dalam berbagai suhu. Padatan pemecahan conchoidal

amorf menjalani Padatan kristal dapat dibelah di tak teratur atau sepanjang bidang tepat.

Padatan amorf yang isotrofik: sifat Padatan Kristal, pada umumnya bebas dari arah di mana mereka anisotrofik (artinya, sifat-sifat diukur. mereka seperti konduktivitas listrik, indeks bias, ekspansi termal dll pada arah yang berbeda). Kurang keras

Lebih keras

Jurnal “Pembentukan Padatan Semi Kristalin dan Ko-kristal Parasetamol” Parasetamol, antipiretik yang umum digunakan, memiliki

sifat agak sukar larut dalam air. Di sisi lain, asam oksalat merupakan bahan yang larut dalam air yang dilaporkan mampu meningkatkan kelarutan senyawa yang sukar larut melalui pembentukan ko-kristal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi profil kristalinitas parasetamol dan asam oksalat setelah peleburan dan pengaruhnya terhadap kelarutan parasetamol.

Hasil percobaan menunjukkan: puncak endotermik baru di 109,5o dan 152,2o pada Differential Scanning Calorimeter (DSC)/ Differential Thermal Analyzer (DTA); perubahan spektrum di

antara 2.680-2.710 cm-1 dan 835 cm-1 pada Fourier Transform Infra Red (FTIR), puncak baru di 2θ = 28o dan 17o pada Powder X-Ray Diffractometer (PXRD) menunjukan pembentukan ko-

kristal. Selanjutnya, pengurangan intensitas pada difraktogram juga

mengindikasikan

pembentukan

semi

kristalin

dari

parasetamol. Fenomena ini menunjukkan peningkatan kelarutan

parasetamol dari 12,98 ± 0,03 mg/mL menjadi 130,30 ± 0,03 mg/mL.

Aplikasi Amorf Dalam bidang farmasi, Bentuk suatu obat amorf atau kristalin, terbukti mempengaruhi aktifitas terapeutik obat

tersebut. Sebagai contoh, bentuk kristalin antibiotik asam novobiostin memiliki absorbsi buruk dan tidak mempunyai aktivitas, sementara bentuk amorf antibiotik ini mudah di

absorbsi dan mempunyai aktivitas terapeutik . Hal ini karena perbedaan laju disolusi. Begitu antibiotik tersebut melarut, molekul-molekulnya tidak lagi memperlihatkan sifat aslinya.

Istilah lain dalam kristalografi  Semi kristalin : Zat padat yang tersusun dari Kristalin dan Amorf (contoh : avicell, paravin, selilose mikrokristalin)  Ko-kristal adalah suatu kompleks kristalin dimana dua atau lebih molekul netral berada pada perbandingan yang stoikiometrik (Qiao dkk., 2011).  Habit Kristal : Kristal yang mana bentuk eksternalnya berbeda sedangkan

bentuk internalnya sama, biasanya terjadi karena adanya kejenuhan dari suatu larutan/rekristalisasi.  Polimorf : Senyawa organic yang memiliki bentuk Kristal dan energi yang

berlainan.

Related Documents


More Documents from "syerin fitria sari"

5. Kristal Dan Amorf
February 2021 0