Bahan Galian Industri Granit

  • Uploaded by: Adhi Prianto
  • 0
  • 0
  • September 2022
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Bahan Galian Industri Granit as PDF for free.

More details

  • Words: 523
  • Pages: 14
Loading documents preview...
BAHAN GALIAN INDUSTRI GRANIT KELOMPOK 9 : ADI PRIANTO : 710015101 MUH. SUPRIAWAN : 710015104 OKIM GUSRO : 710015108

GANESA GRANIT 

Granit adalah batuan beku plutonik, yang terjadi dari hasil pembekuan magma berkomposisi asam pada kedalaman tertentu dari permukaan bumi. Umumnya bersifat masif dan keras, bertekstrur porfiritik, terdiri atas mineral kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit, dan hornblende. Berwarna abu-abu berbintik hijau dan hitam, kehijau-hijauan dan kemerah-merahan. merupakan batuan beku dalam yang mempunyai kristal-kristal kasar.

PROSES PEMBENTUKAN GRANIT 

Proses pembentukan batuan granit di awali dari bergeraknya magma dari dapur magma, Setelah itu magma mendapat tekanan dari bawah.Magma yang bersifat lebih ringan dari batuan lain terus di tekan sehingga bergerak ke atas mendekati permukaan bumi. Pergerakan magma terhenti hanya sampai di bawa lapisan tanah Karena tekanan yang di berikan terlalu kecil. Magma yang berada di lapisan kulit bumi lama kelamaan mengalami proses kristalisasi Karena suhu di dekat permukaan bumi lebih rendah dari pada suhu di dalam dapur magma. Setelah mengalami proses kristalisasi, Maka magma akan membeku dan menjadi batuan granit yang termasuk dalam jenis batuan beku.

PENYEBARAN GRANIT DI INDONESIA 

Yogyakarta,Lampung,Riau,Pulau Karimun,Sumatra, jawa.

EKSPLORASI 

Eksplorasi di lakukan dengan cara metode geofisika :

1. Metode Gaya Berat Metode gaya berat yang diukur adalah percepatan gravitasi dalam satuan miligals. Anomali gaya berat didapatkan dari perbedaan percepatan gravitasi yang diukur dari satu titik terhadap titik lainnya dan dihubungkan dengan percepatan gravitasi normal.

2. Metode Geomagnet 

Untuk metode geomagnet yang diukur adalah intensitas medan magnet total dengan satuan gamma. Peralatan yang digunakan adalah PROTON RESONANSI MAGNETOMETER  yang mengukur intensitas magnet total (T) dan FLUXGATE MAGNETOMETER (mengukur komponen Z dan H).

3. Metode Listrik Metode listrik digunakan untuk eksplorasi air tanah serta eksplorasi panas bumi, dan terkadang bersama metode geofisika lain digabung untuk mineral bijih dan non-bijih. Peralatan yang digunakan adalah RESISTIVITI METER DENGAN SATUAN PENGUKURAN Ohm-meter.

4. Metode Self Potensial (SP) dan Induced Polarization (IP) Prinsip metode Induced Polarization (IP) adalah dengan menggunakan suatu bentangan empat elektroda resistiviti dengan menggunakan porous-pot untuk elektroda potensialnya. Arus diinjeksikan dengan kurun waktu tetap secara reguler, misalnya untuk tiap dua milisekon di switch-on dan 2 ms di switch-off.

Proses Penambangan 

Quarry adalah system tambang terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan-endapan bahan galian industri atau mineral industri, antara lain: penambangan batu gamping, marmer, granit, andesit dan sebagainya. Quarry dapat menghasilkan material atau hasil tambang dalam bentuk loose/broken materials  ataupun dalam bentuk dimensional stones.

Proses Pengolahan 



Batu granite banyak digunakan dalam industri pembangunan atau arsiteksur bangunan. Kegiatan pengolahan batu granite ini pada dasarnya adalah pengolahan terhadap blok- blok batu pualam yang telah dihasilkan menjadi barang jadi tahap akhir dan siap untuk dipanaskan.

PEMANFAATAN 

Sebagai acuan alat ukur



Sebagai interior bangunan



Sebagai eksterior bangunan



Sebagai media panjat tebing



Sebagai bahan pembuat patung

PROSPEK 

Indonesia memiliki cadangan batu granit yang cukup besar,tetapi baru sebagian kecil yang telah dikelola dan di usahakan. Dengan cadangan granit yang cukup besar dan tersebar luas, dan di beberapa lokasi cadangan tersebut dapat di gunakan sebagai industri batu dimensi. Walaupun konsumsi batu hias di dalam negeri masih cukup besar, pengembangan cadangan batu dimensi sebaiknya juga berpotensi ekspor.

SEKIAN DAN TERIMAKASIH

Related Documents

Higiene Industri
February 2021 1
Bahan Kosmetik
February 2021 1
Bahan Bakar.pdf
January 2021 0
Bahan Operkulektomi
February 2021 0

More Documents from "Charmelita Clara"