Sistem Pengkondisian Udara

  • Uploaded by: anantaagra
  • 0
  • 0
  • February 2021
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Sistem Pengkondisian Udara as PDF for free.

More details

  • Words: 4,554
  • Pages: 37
Loading documents preview...
SAINS BANGUNAN & UTILITAS 1 PEMAHAMAN UTILITAS SISTEM PENGKONDISIAN UDARA PADA BANGUNAN VILLA STUDI KASUS : VILLA CINTA GRILL & INN, UBUD

DOSEN :

1. I NYOMAN SUSANTA, ST., MErg. 2. NI MADE MITHA MAHASTUTI, ST., MT. MAHASISWA KELOMPOK II (SISTEM PENGHAWAAN ALAMI) I GST. LANANG AGUNG ANANTA AGRA WICAKSANA

(1805521076)

I KADEK ADI PRANADITYA

(1805521084)

IDA BAGUS ANANTA WISNU PUTRA

(1805521082)

I MADE SUASTAMA YUDA

(1805521107)

IDA BAGUS DWIANGGARA PUTRA MANUABA

(1805521113)

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR PARALEL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 2019

1

KATA PENGANTAR Om Swastyastu, Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat anugerahnyalah, makalah yang berjudul

Pemahaman Utilitas Sistem

Pengkondisian Udara Pada Bangunan Villa Cinta Grill & Inn, Ubud dapat terselesaikan tepat pada waktu yang diharapkan. Makalah ini disusun guna untuk melaksanakan kewajiban yang telah diberikan kepada mahasiswa arsitektur semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 dalam mata kuliah Sains Bangunan dan Utilitas 1. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya oleh pembimbing atas peran serta yang telah mendukung kami baik informasi, saran, dan tentunya bimbingan yang telah sangat membantu dalam terselesaikannya makalah ini. Oleh karena terbatasnya waktu dan tentunya terbatasnya pengetahuan yang kami miliki, kami hanya dapat menuangkan secara garis besar materi Sains Bangunan dan Utilitas 1 tentang pencahayaan alami pada bangunan ini. Tentunya kami dengan kesadaran sepenuhnya menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, kami harapkan segala kritik & saran yang tentunya bersifat mendukung dan juga membangun guna menyempurnakan makalah ini. Demikianlah,

semoga

dengan

terselesaikannya

makalah

ini

dapat

bermanfaat bagi kita semua khususnya kepada mahasiswa arsitektur serta kalangan yang berkutat dalam bidang ini mengenai pengetahuan tentang materi pencahayaan alami. Om Santhi, Santhi, Santhi Om

Denpasar, 10 Desember 2019

Tim Penulis

2

DAFTAR ISI

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Suatu bangunan yang dirancang baik oleh seorang arsitek maupun mahasiswa arsitektur tentu memerlukan ilmu konstruksi bangunan pada saat perancangan agar dapat menunjang kenyamanan, keselamatan, komunikasi, dan mobilitas dalam bangunan yang dirancang. Dalam ilmu konstruksi bangunan, mahasiswa akan mempelajari tentang elemen-elemen bangunan, salah satunya adalah pengetahuan Utilitas Dasar sebagai salah satu penunjang suatu bangunan sederhana. Utilitas adalah kelengkapan fasilitas dalam suatu bangunan. Beberapa bangunan yang sudah dirancang kadang tidak dapat berfungsi dengan baik apabila fasilitas yang digunakan tidak sesuai atau tidak lengkap untuk menunjang fungsi bangunan tersebut. Hal tersebut dikarenakan sang arsitek kadang kurang memperhatikan mengenai kelengkapan fasilitas dalam bangunan yang dirancang. Akibatnya pengguna ruang tersebut menjadi tidak nyaman dan tidak puas dalam menggunakan ruang-ruang didalamnya. Oleh karena itu, perancangan suatu bangunan harus memperhatikan dan menyertakan fasilitas yang sudah dikoordinasikan dengan perancangan arsitektur, perancangan struktur dan interior dari bangunan tersebut. Sistem utilitas terdiri atas sistem plambing, pencahayaan, sistem sampah, penghawaan, pengkondisian udara, dan sistem transportasi bangunan. Mahasiswa dalam memahami materi sistem utilitas tidaklah cukup hanya didasari teori saja namun juga memerlukan studi terjun ke lapangan secara langsung sehingga mahasiswa bisa melakukan perbandingan keadaan di lapangan dengan teori yang sudah ada sehingga mahasiswa lebih memahami pengaplikasian sistem utilitas itu sendiri. Dengan adanya makalah ini, mahasiswa arsitektur akan memperoleh pengetahuan yang cukup mengenai sistem utilitas dan pengaplikasiannya dalam

4

suatu bangunan khususnya pada bangunan bertingkat agar tercapai hasil yang cukup baik dalam perancangannya. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut. 1. Bagaimana penerapan sistem utilitas terutama pada sistem pengkondisian udara yang ada pada villa Cinta Grill & Inn? 2. Bagaimana perhitungan BTU/h pada setiap AC yang terdapat pada villa Cinta Grill & Inn? 3. Bagaimana perletakan AC indoor dan Exhausfan pada villa Cinta Grill & Inn? 1.3. Tujuan 1. Untuk mengetahui penerapan sistem pengkondisian udara pada bangunan villa Cinta Grill & Inn 2. Untuk dapat menghitung kebutuhan BTU/h pada setiap AC yang terdapat pada villa Cinta Grill & Inn 3. Untuk mengetahui perletakan AC indoor pada villa Cinta Grill & Inn 1.4. Manfaat Manfaat dari penulisan ini antara lain : a. Mahasiswa 

Menambah pemahaman dan pengetahuan mengenai sistem pengkondisian udara pada sebuah bangunan yang dalam penugasan ini bangunan berlantai, minimal lantai 2 (proyek ataupun sudah



jadi). Menambah wawasan tentang sistem pengkondisian udara yang ideal pada bangunan sehingga bangunan yang nantinya akan direncanakan bisa menjadi lebih baik jika telah mengetahui jenis sistem pengkondisian udara yang tepat dan sesuai dengan luas bangunan yang akan dirancang.

5

b. Tim Pengajar 

Mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa mengenai



sistem pengkondisian udara. Mengetahui sejauh mana efektifitas system SCL (Student



Centre Learning) pada mahasiswa. Sebagai referensi kedepannya dalam memberikan mata kuliah



sains bangunan dan utilitas. Mengetahui arah tugas apakah sudah tepat sasaran atau sebaliknya.

6

BAB II METODOLOGI DAN OBJEK PENELITIAN 2.1

Metode Penelitian Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan

analisis

teoritis

mengenai

suatu

cara

atau

metode, penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian. Dari pengertian di atas, dalam suatu penelitian diperlukan adanya validasi

data,

dengan

disertai

bukti-bukti

yang

dapat

dipertanggungjawabkan kebenarannya. Guna mendapatkan data yang valid tersebut, pada penelitian ini, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut. 1. Tahap Persiapan Tahapan ini meliputi observasi terhadap beberapa bangunan di sekitar kawasan Bali yang memiliki kriteria sesuai yang tertera pada tuntutan tugas. Setelah dilakukan observasi terhadap beberapa bangunan kemudian dipilih bangunan yang paling cocok untuk diobservasi yaitu Villa Cinta Grill & Inn yang berlokasi di Jalan Monkey Forest, Ubud, kecamatan Ubud, kabupaten Gianyar. Dengan waktu penelitian hari Rabu, 27 November 2019 2. Tahap Observasi (penelitian langsung ke lapangan, wawancara terhadap pihak terkait, dan pemeriksaan) metodologi yang digunaan pada saat observasi adalah : 7

a. Metode Observasi Metode ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara langsung terhadap owner tersebut tentang komponen, kelengkapan dan cara kerja dari sistem AC pada bangunan tersebut yang mereka ketahui. b. Metode Penelitian Langsung ke Lapangan Metode ini dilakukan dengan cara melakukan penelitian langsung terhadap sistem AC pada Villa tersebut. Yang diobservasi meliputi : Jenis AC. c. Metode Studi Pustaka dan Perbandingan Metode ini dilakukan dengan cara membandingkan data dari hasil observasi langsung dengan penelitian dengan data dari bestek Villa yang dimiliki oleh pemilik Villa. 3. Tahap Pengumpulan Teknik dan Alat Pengumpulan Data a. Teknik Pengumpulan Data Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data dimulai dari tahap observasi bangunan, wawancara, dokumentasi berupa foto. Dengan bahan yang diobservasi adalah sistem AC yang ada pada villa tersebut. Observasi bangunan yang sesuai dengan tuntutan tugas kemudian melakukan wawancara dengan pertanyaan yang berkaitan tentang sistem AC pada objek. Setelah itu kami melakukan observasi dilakukan dengan cara melihat situasi dan kondisi dari sistem utilitas yang terpasang pada objek secara langsung. Selain melihat, peneliti juga mengamati bagaimana sistem kerja pada utilitas tersebut. Selain melakukan observasi, kami juga melakukan teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan foto beberapa alat dari sistem utilitas. Foto juga salah satu cara yang efektif dalam melakukan penelitian. Dengan bantuan kamera atau alat digital

lainnya,

objek

yang

diamati

akan

dapat

didokumentasikan dengan baik, jelas, dan lebih nyata. b. Alat Pengumpulan Data Oleh karena teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan foto, maka alat pengumpulan datanya adalah

8

lembar observasi yang berupa foto dokumen pribadi peneliti mengenai objek yang diobservasi. 2.2

Metode Pembahasan Metode Pembahasan / Analisis merupakan metode yang digunakan untuk melakukan analisis terhadap sistem dan komponen sistem yang diamati. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis adalah dengan cara membandingkan sistem yang telah ada pada obyek observasi dengan prinsip–prinsip dan teori–teori dasar dalam merancang sebuah utilitas bangunan. Analisis dilakukan berdasarkan prinsip–prinsip dan teori-teori yang telah dipahami dari hasil pembelajaran mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan Sains Bangunan dan Utilitas 1. Tidak lupa metode analisis ini juga menggunakan pengamatan obyek secara langsung. Dengan adanya pengamatan secara langsung maka penulis dapat merasakan aspek–aspek kenyamanan, keamanan, dan aspek-aspek lainnya yang berkaitan serta menentukan seberapa berhasilnya sebuah sistem utilitas bekerja pada suatu bangunan

2.3

Identitas Objek Observasi

Gambar 1. Peta Pulau Bali Sumber : www.cintainn.com/html/Location.asp

9

LOKASI OBJEK

Gambar 2. Peta Lokasi Objek Sumber: www.cintainn.com/html/Location.asp

2.4

Identitas Bangunan Villa milik Bapak Ida Bagus Suarsana Nama Pemilik : Ida Bagus Suarsana Pekerjaan

: Pengusaha

Lokasi Villa

: Jl. Monkey Forest, Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Batas – batas Bangunan : 

Batas Utara

: Mini Market Della Dewata



Batas Selatan

: Restaurant Lounge Budha



Batas Barat

: Café Wayan



Batas Timur

: Jawi House and Painter

Jam Operasional

:



Check In : 14.00 – 23.00



Check Out : 11.30 – 12.00 Nama Arsitek Fungsi Bangunan

: I Gusti Lanang Ngurah Wiantara, ST., IAI. : Penginapan / Villa

Maksimal orang yang Bisa di tampung

:

10



Jumlah Kamar



Kurang lebih 18 orang

: 9 Kamar

Luas Bangunan : ± 660 m2

2.5

Tinjauan Umum Rumah Berdasarkan pada penugasan yang kami peroleh, kami melakukan observasi pada bangunan Villa Lantai Dua yang beralamat di Jalan Jalan Monkey Forest, Ubud, kecamatan Ubud, kabupaten Gianyar, Bali Villa ini memiliki bentuk persegi panjang dan memanjang ke belakang kearah timur. Fungsi bangunan sebagai tempat beristirahat. Di villa ini terdapat 9 kamar. Adapun pembagian yang terdapat pada villa ini. Pada lantai 1 di bagian teras merupakan bangunan semi publik yang terletak pada bagian depan setiap kamar dan pada bagian kamar merupakan ruang private dan terdapat kamar mandi pada setiap kamar dengan ukuran 4m x 3,2m, sedangkan pada lantai 2 merupakan area private, Area private ini terdiri dari 5 kamar tidur, yang berukuran 4m x 4m yang terdiri dari 1 kamar tidur, 1 kamar mandi dengan ukuran 3,2m x 2,7m dan selain itu pada lantai 2 terdapat balkon pada setiap kamar dengan ukuran 2m x 4m . Berikut ini adalah gambar denah, tampak, serta potongan bangunan hasil observasi:

11



Denah Villa Cinta Grill & Inn

Gambar 3. Denah Lantai 1 Villa Cinta Grill & Inn Sumber : Arsip Arsitek I Gusti Lanang Ngurah Wiantara ST., IAI

Gambar 4. Denah Lantai 2 Villa Cinta Grill & Inn Sumber : Arsip Arsitek I Gusti Lanang Ngurah WIantara, ST., IAI

Tampak Depan

12

Gambar 5. Tampak Depan Villa Cinta Grill & Inn Sumber : Arsip Arsitek I Gusti Lanang Ngurah WIantara, ST., IAI Tampak Samping

Gambar 6. Tampak Samping Villa Cinta Grill & Inn Sumber : Arsip Arsitek I Gusti Lanang Ngurah WIantara, ST., IAI

Tampak Belakang

13

Gambar 7. Tampak Belakang Villa Cinta Grill & Inn Sumber : Arsip Arsitek I Gusti Lanang Ngurah WIantara, ST., IAI

Potongan

Gambar 8. Potongan A-A Villa Cinta Grill & Inn Sumber : Arsip Arsitek I Gusti Lanang Ngurah WIantara, ST., IAI

14

Gambar 9. Potongan B-B Villa Cinta Grill & Inn Sumber : Arsip Arsitek I Gusti Lanang Ngurah WIantara, ST., IAI

Gambar 10. Potongan C-C Villa Cinta Grill & Inn Sumber : Arsip Arsitek I Gusti Lanang Ngurah WIantara, ST., IAI

15

Gambar 11. Potongan D-D Villa Cinta Grill & Inn Sumber : Arsip Arsitek I Gusti Lanang Ngurah WIantara, ST., IAI

16

BAB III DATA DAN PEMBAHASAN 3.1 Landasan Teori 3.1.1 Pengertian Sistem Pengkondisian Udara Pengkondisian udara adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengatur dan mempertahankan udara yang meliputi temperatur, kelembaban relatif, kecepatan sirkulasi udara, maupun kualitas udara dalam suatu ruangan untuk mencapai kondisi yang sesuai dengan persyaratan kenyamanan. Secara umum, pengertian dari AC (Air Conditioner) adalah suatu rangkaian mesin yang memiliki fungsi sebagai pendingin udara yang berada di sekitar mesin pendingin tersebut. Secara khusus, pengertian dari AC (Air Conditioner) adalah suatu mesin yang digunakan untuk mendinginkan udara dengan cara mensirkulasikan gas refrigerant berada di pipa yang ditekan dan dihisap oleh kompresor. Mesin pengkondisian udara atau yang lebih kita kenal dengan sebutan (AC– Air Conditioning) atau sistem tata udara yang dipusatkan menggunakan unit penghantar udara (Air Handling Unit / AHU).

Gambar 12. Air Conditioning 17

Sumber: http://www.electronicglobal.com/2011/05/sistem-kerja-ac-split.html Komponen AC Mesin tata udara terdiri atas kompresor yang berfungsi untuk mengalirkan zat pendingin (refrigerant) ke dalam pipa tembaga yang berbentuk kumparan (coil). Udara ditiupkan oleh kipas udara (blower dan fan) di sela-sela kumparan tadi, sehingga panas yang ada dalam udara diserap oleh pipa refrigerant dan kemudian mengembun. Udara yang melalui kumparan, dan telah diserap panasnya, masuk ke dalam ruangan dalam keadaan sejuk/dingin. Selanjutnya udara dalam ruang dihisap dan proses penyerapan panas diulang kembali. Konsep pendingin udara diketahui telah diterapkan di Romawi Kuno dan Persia abad pertengahan. Pendingin modern muncul dari kemajuan dalam ilmu kimia selama abad 19, dan pendingin udara skala besar listrik pertama ditemukan dan digunakan pada tahun 1902 oleh Willis Haviland Carrier. 3.1.2 Perkembangan Sistem Pengkondisian Udara a. Romawi kuno Pada masa itu air disalurkan melalui terowongan air dan diedarkan di dinding rumah-rumah tertentu untuk mendinginkan rumah mereka. b. Persia abad pertengahan Teknik yang dipakai di persia pada masa itu serupa dengan teknik Romawi Kuno, mereka melibatkan penggunaaan dari tangki air dan menara angin untuk mendinginkan bangunan selama musim panas. c. Sekarang Seiring

dengan

perkembangan

zaman,

perusahaan-perusahaan

elektronik mulai membuat AC dengan teknologi yang dapat membunuh virus dan bakteri juga menghemat biaya listrik. Plasmacluster dan Inverter merupakan teknologi yang saat ini digunakan oleh produsen AC.

18

Plasmacluster dirancang dapat membunuh virus dan bakteri di dalam ruangan, sementara inverter dikatakan dapat menghemat energi lebih dari 10%. 3.1.3 Tujuan Sistem Pengkondisian Udara Supaya temperatur, kelembaban, kebersihan, kesegaran, dan volume distribusi udara pada suatu ruangan dapat dicapai dan dipertahankan pada tingkat keadaan yang diinginkan sesuai fungsi ruang tersebut. 3.1.4 Sasaran Sistem Pengkondisian Udara Terdapat dua sasaran sistem pengkondisian udara, yakni : 

Sistem pengkondisian udara untuk kenyamanan, yaitu untuk kenyamanan kerja bagi penghuni/manusia yang ada pada ruang tersebut.



Sistem pengkondisian udara untuk industri, yaitu sistem AC yang diperlukan untuk bahan, barang, atau peralatan yang ada pada suatu ruang (dengan tidak melupakan keberadaan manusia yang ada di dalam ruang tersebut).

3.1.5 Jenis-jenis Sistem Pengkondisian Udara 3.1.5.1 Sistem Ekspansi Langsung (sistem

udara

penuh/sistem

langsung/direct cooling). Sistem ini dimaksudkan untuk penggunaan AC yang satu perangkatnya berfungsi untuk mengkondisikan ruang-ruang yang relatif kecil, seperti kamar tidur, kantor-kantor kecil, dsb. Artinya peralatan yang dipasang langsung menghembuskan udara seperti suhu yang diinginkan pada ruang tersebut. Udara luar didinginkan secara langsung dengan refrigerant/bahan pendingin pada alat AC, lalu didistribusikan ke dalam ruangan. Jenis yang umum digunakan adalah AC Window dengan kapasitas 0,5 – 2 PK, AC Split Unit dengan kapasitas 0,5 – 3 PK. Pada bangunan besar/tinggi, jarang digunakan, tidak efisien karena ducting (pipa

19

udara) harus dipasang sepanjang posisi vertikal maupun horizontal pada keseluruhan gedung. Jenis-jenis sistem AC jenis ekspansi langsung : a. Sistem Ekspansi Langsung Jenis Sentral. Pada sistem ini terlihat ducting terhubung pada setiap lantai

Gambar 13. Sistem ekspansi langsung jenis sentral Sumber: http://www.electronicglobal.com/2011/05/sistem-kerja-accentral.html

20

b. Sistem Ekspansi Langsung Jenis Unit. Pada sistem ini terlihat masingmasing unit terpisah.

Gambar 14. Sistem ekspansi langsung jenis unit. Sumber: http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._TEKNIK_ARSITEKTU R/197605272005011-USEP_SURAHMAN/Mekanikal_Elektrikal_%28elearning %29/RKP_ME/Materi_perkuliahan/Sistem_Pengkondisian_udara_ %289_dan_10%29.pdf

3.1.5.2 Sistem Pengkondisian

Udara

secara sentral

(sistem

air

udara/sistem tidak langsung) AC sentral seperti ini dipergunakan untuk mengkondisikan udara pada ruangan-ruangan yang besar dan kompleks, seperti terminal bandara, mall, hotel-hotel, gedung-gedung besar, dan sebagainya. Pada sistem ini, pada dasarnya, mesin AC (besar) dipusatkan di satu tempat, lalu dari sana disebarkan ke masing-masing unit, disalurkan melalui saluran yang disebut ducting. Udara didinginkan menggunakan air dingin (cold water). Pengkondisian udara dibantu dengan air yang diproses dingin (cold water). Ducting (pipa udara) terpisah pada setiap lantai berupa ducting horisontal. Sistem ini banyak digunakan pada bangunan besar dan tinggi, dengan refrigerator sebagai pendingin air, dan akan digunakan sebagai pendingin udara yang akan disupply ke ruang-ruang.

21

Gambar 15. Sistem pengkondisian udara secara sentral Sumber: https://www.arsitur.com/2017/12/pengertian-sistem-acdalam-bangunan.html Pada umumnya, AC sentral terdiri atas unit-unit sebagai berikut : 1.

Water Cooled Water Chiller

Water cooled water chiller adalah tempat berprosesnya air untuk didinginkan. Media pendingin yang digunakan disebut refrigerant atau freon. 2.

Chilled Water & Condenser Water Pump

Chilled Water & Condenser Water Pump, berfungsi

untuk

mensirkulasikan air yang sudah didinginkan oleh unit chiller tadi ke AHU (Air Handling Unit). 3.

Cooling Tower Unit

Cooling Tower Unit, berfungsi sebagai pendingin unit kondenser pada unit chiller, dengan media yang digunakan adalah air. 4.

Air Handling Unit (AHU)

Air Handling Unit (AHU) dan fungsinya untuk mengkondisikan fresh air (udara segar) yang akan didistribusikan ke ruang yang 22

dilayani. AHU menangani kapasitas yang lebih besar, atau boleh dikatakan “agen”. 5.

Fan Coil Unit (FCU) Fan Coil Unit (FCU) fungsinya mengkondisikan fresh air

(udara segar) yang akan didistribusikan ke ruang yang dilayani. FCU menyalurkan di ruangan yang lebih kecil. 3.1.6

Kebutuhan BTU AC Hubungannya dengan AC adalah : BTU menyatakan kemampuan

mengurangi panas/mendinginkan ruangan dengan luas dan kondisi

tertentu

dalam 1 jam. Orang awam menyebut kekuatan AC dengan PK, sebenarnya yang dibutuhkan adalah satuan input (watt) dan output (BTU/h). 1 PK = 735, 5 watt/jam = 0,986 HP Misal AC 1 PK – butuh tenaga listrik 735,5 watt – bisa juga 750 watt dalam 1 jam; ditambah rugi daya, kipas pendingin indoor-outdoor, 1 PK = 1 KWh = 1000 watt. Rumus untuk menentukan kebutuhan BTU AC: ( L x W x H x I x E ) / 60 = kebutuhan BTU L

= panjang ruang (dalam feet)

W

= lebar ruang (dalam feet)

H

= tinggi ruang (dalam feet)

I

= 10 (jika ruang berinsulasi), 18 (jika tidak berinsulasi)

E

= 16 (utara), 17 (timur), 18 (selatan), 20 (barat)

1 meter = 3,28 feet Kapasitas AC berdasarkan PK: AC ½ PK = ± 5000 BTU/h 23

AC ¾ PK = ± 7000 BTU/h AC 1 PK = ± 9000 BTU/h AC 1 ½ PK = ± 12000 BTU/h AC 2 PK = ± 18.000 BTU/h Ruangan ber-AC harus tertutup dan tidak boleh ada yang merokok sebab suhu diinginkan tercapai volume udara di ruangan tetap, ruangan tertutup = tidak bocor = isi tetap. Sirkulasi udara di ruangan ber-AC lambat, racun rokok bisa menumpuk.BTU diperhitungkan dengan tepat agar pemakaian listrik tepat, pemanfaatan AC tepat. Misalnya : BTU butuh 4000, pakai AC 1 PK mengakibatkan ruangan dingin berlebihan dan boros listrik. Demikian pula sebaliknya, BTU butuh 9000, pakai AC ½ PK maka AC akan lama mencapai suhu yang diinginkan. 3.1.7

Beban Kalor yang Mempengaruhi Perencanaan AC Perimeter heat load, yaitu kalor yang masuk dari luar ke dalam

ruangan, misalnya radiasi sinar matahari lewat jendela, induksi sinar matahari melalui dinding, atap dan sebagainya. Interior heat load, yaitu kalor yang bersumber dari dalam ruang, misalnya : panas tubuh manusia, panas alat/perlengkapan ruang dan sebagainya. Beban kalor alat AC 

Beban kalor udara luar yang masuk ke dalam alat AC



Beban kalor blower dan motor AC



Beban kalor kebocoran dari saluran ducting

24

3.1.8

Jenis-jenis AC yang Sering Digunakan:

3.1.8.1 AC Split 1. Komponen penyusun dan sistem kerja AC Split Untuk dapat menghasilkan proses sirkulasi udara yang membuat udara dalam suatu ruangan menjadi sejuk cenderung dingin, AC split memiliki beberapa komponen penyusun. Beberapa komponen tersebut antara lain: 

Evaporator Komponen pertama adalah evaporator. Evaporator pada ac jenis ini diproduksi dari pipa berbahan tembaga dengan panjang serta diameter yang disesuaikan. Desain evaporator sengaja dibuat berlekuk-lekuk untuk menghemat tempat dan mampu menyerap suhu panas pada udara ruangan secara efektif.



Filter udara Udara yang telah melalui evaporator akan segera disaring oleh filter udara. Filter udara bekerja supaya udara hasil sirkulasi menjadi bersih dan terbebas dari polutan atau virus berbahaya.



Motor blower Selanjutnya terdapat motor blower yang berfungsi sebagai sirkulator udara agar sampai ke evaporator. Motor blower juga akan mengatur capaian suhu udara seperti yang diinginkan. Pengaturan suhu dapat dilakukan pengguna ac dengan remote kotrol AC split.



Control panel electric dan sensor suhu

25

Komponen ini dapat dibilang sebagai komponen pokok karena berfungsi untuk mengatur seluruh kinerja komponen lainnya seperti blower, fan hingga timer. 

Kondensor Komponen yang selanjutnya adalah kondensor yang terbuat dari pipa berbahan tembaga. Komponen ini berfungsi sebagai pelepas suhu panas udara yang terbawa oleh Freon untuk dilepas menjadi udara dingin di ruangan.

2. Kelebihan dan kekurangan AC Split Kelebihan

: bisa dipasang pada ruangan yang tidak berhubungan

dengan udara luar dan suara di dalam ruangan tidak berisik. Kekurangan : pemasangan pertama/pembongkaran butuh tenaga terlatih demikian pula perawatan dan pemeliharaannya serta harganya lebih mahal.

3.1.8.2

AC Window Semua komponen AC terpasang pada satu base plate, kemudian

base plate beserta semua komponen AC dimasukkan dalam kotak plat sehingga menjadi satu unit kompak. Biasanya dipilih karena keterbatasan ruangan, misalnya pada rumah susun. Umumnya aman dari pencurian karena besar. Kelebihan: pemasangan pertama/pembongkaran serta pemeliharaan mudah dilaksanakan dan harganya murah. Kekurangan: karena komponen AC terpasang pada base plate yang posisinya dekat dengan ruangan yang didinginkan, cenderung berisik terutama dari kompresor, tidak semua ruangan dapat dipasang AC ini karena

26

dipasang dengan bagian kondenser menghadap ke tempat terbuka supaya udara panas dapat dibuang ke alam bebas. 3.1.8.3 AC Sentral Udara dari ruangan didinginkan pada cooling plant di luar ruangan, kemudian udara yang telah dingin dialirkan kembali ke dalam ruangan tersebut. Biasanya cocok digunakan di mall atau hotel. Kelebihan: suara di dalam ruangan tidak berisik sama sekali, estetika dalam ruangan terjaga karena tidak ada unit indoor. Kekurangan: perencanaan, instalasi, operasional dan pemeliharaan butuh tenaga terlatih, apabila terjadi kerusakan waktu beroperasi maka dampaknya akan dirasakan oleh seluruh ruangan, pengaturan temperatur hanya dapat dilakukan pada central cooling plant, dan biaya investasi awal, biaya operasional serta pemeliharaan tinggi. 3.1.8.4

Standing AC Jenis AC ini cocok digunakan pada kegiatan-kegiatan situasional

karena posisinya dan bentuknya yang mudah dipindahkan, seperti acara seminar, dan lain-lain. 3.1.9

Sistem Ducting

3.1.9.1 Sistem Ducting “PETI” Pada sistem ini hanya ada satu ducting yang dihubungkan pada banyak diffuser ruang. Sistem ini lebih sederhana dibandingkan sistem lain.

27

Gambar 16. Sistem Ducting Peti Sumber: https://docplayer.info/54329460-Bab-ii-tinjauan-pustaka.html 3.1.9.2. Sistem Ducting “SALURAN TUNGGAL” Pada sistem ini setiap satu kelompok lubang diffuser dihubungkan dengan satu ducting ke mesin. Jadi kalau ada 6 kelompok diffuser harus ada 6 ducting ke mesin AHU.

Gambar 17. Sistem Ducting Saluran Tunggal Sumber: https://docplayer.info/54329460-Bab-ii-tinjauan-pustaka.html

28

3.1.9.3. Sistem Ducting “SALURAN MELINGKAR” Sistem ini memakai 2 ducting utama yang terhubung melingkar. Banyak digunakan pada industri dan rumah tinggal.

Gambar 18. Sistem Ducting Saluran Melingkar Sumber: http://www.vtg.com.vn/vn/dieu-hoa-khong-khi-dang-package.html 3.2 Data dan Pembahasan 3.2.1 Sistem Pengkondisian Udara Objek Observasi Pada objek yang diobservasi terdapat 9 ruangan yang menggunakan AC, dengan menggunakan sistem ekspansi langsung. Sistem ini merupakan sistem dimana setiap satu perangkat AC menghembuskan udara secara langsung untuk mengkondisikan udara pada ruang yang relatif kecil sesuai dengan suhu yang diinginkan pengguna ruangan. Jenis AC yang digunakan adalah AC split, dengan komponen sebagai berikut. 

Indoor : grille, evaporator, motor fan indoor, blower, capacitor



fan, filter udara, thermistor, remote controller, PCB/modul. Outdoor : body, compressor, kondensor, capacitor compressor, motor fan outdoor, capacitor fan outdoor, kapiler, filter dryer, kran valve, overload.

29

Kebutuhan BTU/h ( satuan kemampuan mendinginkan udara dengan luas dan kondisi tertentu dalam waktu 1 jam) dapat di tentukan dengan rumus:

= kebutuhan BTU/h Keterangan: L = panjang ruang (dalam feet) W= lebar ruang (dalam feet) H= tinggi ruang (dalam feet) I= 10 (jika ruang berinsulasi), 18 (jika tidak berinsulasi) E= 16 (utara), 17 (timur), 18 (selatan), 20 (barat) Nb: 1 meter = 3,28 feet Kapasitas AC berdasarkan PK: AC ½ PK = ± 5000 BTU/h AC ¾ PK = ± 7000 BTU/h AC 1 PK = ± 9000 BTU/h AC 1 ½ PK = ± 12000 BTU/h AC 2 PK = ± 18.000 BTU/h 3.2.2 Perhitungan Kebutuhan BTU/h Perhitungan kebutuhan BTU/h diperlukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan suatu alat pengkondisian udara khususnya AC untuk mendinginkan suatu ruangan dalam waktu 1 jam. Hal ini pula menjadi alasan kami untuk menghitung BTU/h AC pada objek observasi untuk mengetahui apakah AC yang digunakan dengan dimensi ruang sudah sesuai dengan standard. 3.2.2.1

AC pada Lantai 1 (Kamar Tidur) Pada lantai 1 terdapat satu ruangan yang mengggunakan Panasonic

CS-YN5SKJ, yaitu pada kamar tidur utama dengan kekuatan 1PK. Dimensi kamar tidur ini (pxlxt) adalah 4m x 4m. Perhitungan kebutuhan BTU : Diketahui

:

30

L

= 4m = 13,12 feet

W

= 4m = 13,12 feet

H

= 3,3m = 10,82 feet

I

= 10

E

= 16

Ditanya

:

Kebutuhan BTU/h Jawab

:

Kebutuhan BTU/h

=

= = 4.966.651 BTU/h

Jadi, untuk penggunaan AC berkekuatan 1PK pada kamar tidur utama ini membuat ruangan dingin berlebihan dan cukup boros listrik 3.2.2.2 Dokumentasi Peletakan AC Villa Cinta Grill & In Lantai 1 AIR CONDITIONER ///ambar

19. Denah Electrical Villa Cinta Grill &

AIR CONDITIONING

Inn Sumber : Arsip Arsitek I Gusti Lanang Ngurah Wiantara, ST., IAI

Gambar 19. Denah Penempatan AC Setiap Kamar Lantai Satu Sumber : Arsip Arsitek I Gusti Lanang Ngurah Wiantara, ST., IAI

31

Lantai 2

Gambar 20. Denah Penempatan AC Setiap Kamar Lantai Dua Sumber : Arsip Arsitek I Gusti Lanang Ngurah Wiantara, ST., IAI

Pada gambar disamping adalah

gambar denah

kamar tidur pada lantai 1, queen bad 180x200cm, yang dilengkapi dengan

32

Air

Conditioner

lengkap

dengan

dan Air

Conditioning, tv led, dan ruang

wardrobe.

Pada

kamar ini terdapat kamar mandi yang dilengkapi dengan

1

berukuran

bathtub 170x60cm.

Klosed, shower area dan wastafel. Dan kamar ini juga dilengkapi sebuah teras

sebagai

ruang

transisi sebelum masuk kekamar tidur. Gambar 21. Denah Peletakan AC Pada Kamar Tidur Lantai Satu Sumber : Arsip Arsitek I Gusti Lanang Ngurah Wiantara, ST., IAI Pada penempatan AC disetiap ruangan lantai satu dan lantai dua memiliki penempatan yang sama Aktivitas yang dapat dilakukan oleh penghuni kamar yaitu, mandi, tidur, beristirahat, bersantai, menonton tv, berganti pakaian. Civitas kamar ini hanya diperuntukan untuk 2 orang civitas karena bersifat ruang privasi. Pada denah tersebut adapun sedikit perubahan khususnya pada area kamar mandi, yaitu adanya penambahan bathtub dan perubahan penempatan pada AC yang sebelumnya diletakan diarah timur dan sekarang diletakan diarah utara . Adanya perubahan karena objek ini sudah berdiri sejak 2006. Seiring berjalannya waktu akan sedikit terjadi renovasi atau perubahan pada kamar ini.

33

Gambar 22. Tampak Ruang Tidur Arah Utara Sumber : Dokumentasi Pribadi Peletakan Air Conditioner pada ruang tidur ini terletak pada dinding yang terletak diarah uatara dibagian dalam dinding dan beri hiasan lis kayu pada dinding.

Gambar 23. Tampak Kamar Tidur Arah Selatan Sumber: dokumentasi pribadi Pada tampak bagian selatan kamar tidur terdapat pintu dan kaca. AC pada kamar tidur ini mengarah ke arah selatan

34

Gambar 23. Letak Air Conditioning Sumber : Dokumentasi Pribadi Air Condtioning pada kamar tidur terletak di dinding luar kamar di arah barat

BAB IV PENUTUP 4.1

Kesimpulan Dari pembahasan diatas, dapat kami tarik kesimpulan bahwa sistem pengkondisian udara yang terdapat pada objek menggunakan sistem ekspansi langsung. Sistem ini sangat efektif digunakan pada rumah tinggal dengan dimensi ruang yang relatif kecil. Jenis AC yang digunakan adalah AC split. Dalam penentuan kekuatan AC yang diperlukan, dapat dibantu dengan menghitung kebutuhan BTU/h. Pada objek observasi, antara

35

kebutuhan BTU/h dengan kekuatan AC yang digunakan sudah sesuai dengan standard. Sistem pemipaan untuk air buangan AC tidak merusak estetika pada hunian tersebut, dikarenakan letaknya yang dibuat tersembunyi atau jauh dari jangkauan mata, baik penghuni villa tersebut. Air buangan AC dialirkan menuju belakang bangunan. 4.2

Saran Melihat posisi AC yang terdapat pada objek, sebaiknya dipindah, karena dari letaknya, udara yang berhembus keluar dari AC mengenai kaca pada balkon sehingga menyebabkan kaca yang berembun. Hal tersebut secara tidak langsung dapat mengurangi estetika pada bangunan. Lebih baik AC diletakan pada dindig arah timur sisi utara dan menyorot ke barat. Kekurangan: pemasangan pertama/pembongkaran butuh tenaga terlatih demikian pula perawatan dan pemeliharaannya serta harganya lebih mahal. Sebaiknya tidak perlu menaruh AC masuk kedalam dinding karena hanya akan menambah biaya pemasangan dan tenaga

DAFTAR PUSTAKA

http://www.electronicglobal.com/2011/05/sistem-kerja-ac-split.html http://www.electronicglobal.com/2011/05/sistem-kerja-ac-central.html http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._TEKNIK_ARSITEKTUR/197605272005 011-USEP_SURAHMAN/Mekanikal_Elektrikal_%28e-learning %29/RKP_ME/Materi_perkuliahan/Sistem_Pengkondisian_udara_ %289_dan_10%29.pdf

https://www.arsitur.com/2017/12/pengertian-sistem-ac-dalam-bangunan.html

36

https://docplayer.info/54329460-Bab-ii-tinjauan-pustaka.html https://docplayer.info/54329460-Bab-ii-tinjauan-pustaka.html http://www.vtg.com.vn/vn/dieu-hoa-khong-khi-dang-package.html

37

Related Documents


More Documents from "Gabriel Atribut"

Sistem Pengkondisian Udara
February 2021 0